KUPAS TUNTAS! Kolong PDAM TSS Mengering, Mentok Krisis Air Bersih 30 Hidran Dikerahkan dan Sumur Bor Raksasa Disiapkan

oleh -54 Dilihat

Kupaskriminal.info//Mentok

Krisis air bersih melanda Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Sumber air baku utama yang menjadi urat nadi warga kini mengering. Tim Kupas Kriminal mengupas tuntas fakta di balik foto eksklusif kolong Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) yang menyusut drastis.

Kolong atau waduk sumber air baku milik Perumdam Tirta Sejiran Setason di Mentok yang setahun lalu airnya sangat melimpah, kini mengalami penyusutan ekstrem dan mengering. Dari foto eksklusif pada 10 Oktober 2026 pukul 16.50 WIB, terlihat jelas lumpur mengering, menara intake PDAM menggantung tidak terendam air, dan debit air tinggal di tengah kolong. Akibatnya, ribuan warga di Kecamatan Mentok termasuk Desa Belo Laut mengalami krisis air bersih dan harus membeli air tedmon.

Krisis ini memuncak pada musim kemarau tahun 2026. Puncaknya terekam kamera pada *jumaat, 10 Oktober 2026 pukul 16.50 WIB*. Sebelumnya, pada 10 September 2026 Polres Bangka Barat sudah harus menyalurkan 47 Ton air, dan pada 22 September 2026 PT Timah dan BPBD menyalurkan 15 tangki air bersih karena sumber air Perumdam sudah dalam kondisi memprihatinkan.

Lokasi kejadian berada di *Kolong Sumber Air Baku Perumdam TSS, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat*. Dampaknya meluas ke beberapa desa dan kelurahan di Mentok, terutama *Desa Belo Laut, Kelurahan Menjelang, Kelurahan Tanjung, dan Menjelang Baru*. Desa Belo Laut sendiri pada 06 Oktober 2026 kemarin baru menggelar Musdes menuntut plasma 20% PT GSBL, kini juga ikut terdampak krisis air.

*Korban:* Ribuan warga dan pelanggan PDAM di Kecamatan Mentok, Bangka Barat.
*Pihak Terkait:* Perumdam Tirta Sejiran Setason (TSS) sebagai pengelola air bersih, BPBD Bangka Barat, Polres Bangka Barat, dan PT Timah Tbk yang membantu distribusi.
– *Narasumber Resmi:* *Bapak Harfandi, Direktur Perumdam TSS* dan *Syafrizal, Kepala BPBD Bangka Barat* yang menyatakan sumber air dalam kondisi memprihatinkan.

Berdasarkan investigasi Kupas Kriminal, ada tiga penyebab utama kolong mengering:
Pertama, *Kemarau Panjang Ekstrem 2026* yang membuat debit air tidak ada pasokan.
Kedua, *Pendangkalan dan Sedimentasi* kolong yang tidak pernah dinormalisasi secara maksimal, terlihat dari tumpukan pasir dan lumpur di foto.
Ketiga, *Kerusakan Daerah Tangkapan Air (Catchment Area)* di hulu akibat alih fungsi lahan, baik tambang maupun perkebunan sawit di sekitar Mentok.

Inilah respon cepat yang dikupas tim kami:
Direktur Perumdam TSS Bapak Harfandi menegaskan langkah darurat dan jangka panjang telah disiapkan.

> “Perumdam TSS menyiapkan 19 HU (Hidran Umum) di beberapa lokasi yang tersebar di Kecamatan Mentok, dan ada 11 HU yang disiapkan oleh BPBD juga yang sumber airnya di Perumdam TSS juga. Perumdam TSS terus melakukan upaya supaya bisa memenuhi pendistribusian air bersih kepada pelanggan PDAM dan masyarakat umum tentunya. Memang tak bisa memenuhi secara keseluruhan, upaya PDAM ke depan melihat kondisi kemarau tiap tahun seperti ini maka progres ke depan akan dibuat sumur BOR besar untuk sebagai sumber air baku alternatif,” tegas Harfandi.

Fakta di lapangan, terlihat *excavator merah* sudah turun tangan di kolong untuk melakukan *pengerukan dan normalisasi* agar daya tampung air kembali maksimal. Total *30 Hidran Umum (19 dari Perumdam + 11 dari BPBD)* disebar di titik-titik krisis. Sebelumnya Polres 47 Ton dan PT Timah 15 tangki juga sudah disalurkan.

Krisis ini menjadi warning keras bagi Pemkab Bangka Barat. Jika sumur bor besar tidak segera dibangun dan daerah resapan tidak diselamatkan, Mentok akan terus menjadi langganan kekeringan tiap tahun. Tim Kupas Kriminal akan terus mengawal janji Perumdam TSS hingga air mengalir kembali ke rumah warga!.(Kemis)


jasa pembuatan website