DARURAT! Bangka Barat Krisis BBM Antrean di 3 SPBU Mentok Mengular Harga Eceran Tembus Rp 15 Ribu/Liter, Warga Menjerit!

oleh -36 Dilihat

Kupaskriminal.info//Mentok

Kabupaten Bangka Barat resmi darurat Bahan Bakar Minyak (BBM)! Setelah krisis air bersih akibat kolong PDAM Tirta Sejiran Setason mengering, kini warga Kecamatan Mentok harus menghadapi kenyataan pahit antrean panjang di SPBU dan harga eceran yang mencekik leher hingga *Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per liter!*

Krisis BBM melanda Bangka Barat. Di 3*SPBU Pertamina kecamatan Mentok*, antrean kendaraan motor, mobil, dan truk-truk besar mengular ratusan meter hingga memakan badan jalan. Akibat antrean panjang dan pasokan menipis, pengecer memanfaatkan situasi dengan menjual BBM eceran botolan dengan harga selangit, dari *Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per liter*, padahal harga resmi Pertalite di SPBU hanya Rp 10.000. Warga menjerit

Krisis ini terjadi *beberapa hari ini, Oktober 2026*, di puncak musim kemarau. Puncaknya terjadi siang hingga sore hari, saat warga pulang kerja dan sopir-sopir truk serta tambang membutuhkan BBM. Kondisi ini berbarengan dengan krisis air di Mentok yang membuat kebutuhan BBM untuk genset dan pompa air meningkat.


Lokasi krisis terparah berada di 3 SPBU di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat*. Namun dampaknya merembet ke seluruh Bangka Barat, termasuk *Desa Belo Laut* yang kemarin menuntut plasma 20% PT GSBL. Di warung-warung eceran sepanjang Jalan Raya Mentok – Belo Laut, harga BBM botolan sudah tembus 15 ribu. Truk-truk kuning pengangkut sawit terlihat mangkrak di pinggir jalan karena tidak dapat solar.

– *Korban:* Ribuan warga Mentok, ojek online, sopir truk box hijau BN 8945 PC, Avanza putih BN 1427 RA, dan petani sawit penambang yang tidak bisa beroperasi.
– *Pelaku Dugaan:* Oknum pengecer dan pengepul BBM yang menimbun saat SPBU langka, menjual 14-15 ribu/liter. Diduga juga ada penyimpangan dan penyalahgunaan BBM subsidi, sampai di mayarakat membutuhkan sulit sekali.
– Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas Bangka Belitung yang harus menjelaskan kenapa kuota Bangka Barat di SPBU bisa anterian sampai mengular panjang ratusan meter.

Investigasi Kupas Kriminal
Pertama, Pasokan BBM subsidi untuk Bangka Barat tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang ada di bangka barat di tambah lagi berapa banyak penambang yang membutuhkan BBM untuk bekerja tambang mereka mau enggak mau harus mendapatkan BBM untuk aktifitas kerja.

Motor dan mobil mengantri berjam-jam di 3 SPBU kecamatan mentok petugas SPBU dengan cone orange kewalahan.

Truk-truk besar kuning dan biru antri di sisi jalan, sopir duduk di median jalan menunggu.

Warga terpaksa beli eceran 15 ribu/liter karena tidak sanggup antri 2 jam. Seorang warga Belo Laut mengaku sehari butuh 3 liter untuk ke kebun, berarti harus keluar 45 ribu hanya untuk BBM eceran!

Air beli 70 ribu per tedmon, minyak eceran 15 ribu per liter. Kami mau hidup bagaimana? Kerja di kebun sawit untuk apa kalau habis untuk beli air dan minyak?” jerit warga Mentok kepada Kupas Kriminal.

Tim Kupas Kriminal mendesak *Polres Bangka Barat dan Pertamina* segera sidak SPBU dan pengecer nakal yang jual 14-15 ribu/liter. Jika terbukti menimbun, harus ditindak tegas!

“Bangka Barat Darurat BBM! Antrean panjang di 3 SPBU kecamatan Mentok mengular ratusan meter, motor, mobil, truk berjam-jam nunggu! Lebih parah lagi, harga eceran tembus 15 ribu per liter! Warga Mentok menjerit, kemarin krisis air bersih kolong PDAM kering, sekarang krisis BBM! Mafia eceran untung besar, warga yang susah! Kupas Kriminal mendesak Polres dan Pertamina turun tangan!”.(Kemis)


jasa pembuatan website