400 Pasien Bedah Saraf Ditangani Dr Adhitya Syahada Pasien Berdatangan dari Jambi hingga Sumbar

oleh -54 Dilihat

Kupas Kriminal//Lubuk Linggau

Layanan bedah saraf di Rumah Sakit AR Bunda Lubuk Linggau menangani pasien dari berbagai daerah sepanjang 2026. Salah satu dokter yang menangani layanan tersebut, Dr Adhitya Syahada, Sp.BS, menyebut sekitar 400 pasien telah menjalani operasi bedah saraf yang ditanganinya selama tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Dr Adhitya saat ditemui media ini di ruang kerjanya di RS AR Bunda Lubuk Linggau.
“Untuk tahun 2026 ini sudah 400 pasien yang berhasil kami operasi,” ujar Dr Adhitya.

Menurutnya, pasien yang menjalani penanganan tidak hanya berasal dari wilayah Lubuk Linggau dan sekitarnya. Pasien juga datang dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan hingga luar provinsi.

Di antaranya berasal dari Lahat, Prabumulih, Empat Lawang, Sumatera Barat, hingga Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Salah satu pasien yang saat ini menjalani proses pemulihan adalah Afriandi, 13 tahun, asal Kabupaten Merangin, Jambi.
Afriandi sebelumnya menjalani tindakan bedah saraf di RS AR Bunda Lubuk Linggau. Kondisinya kini disebut telah membaik dan memasuki tahap pemulihan.

Pada Rabu, 30 September 2026, sebanyak 53 jahitan pada tubuh Afriandi juga telah dilepas sebagai bagian dari proses perawatannya.
Dr Adhitya menjelaskan, penanganan pasien bedah saraf membutuhkan ketelitian tinggi, terutama pada tindakan yang berkaitan dengan tulang belakang karena berdekatan dengan sistem persarafan.

Dalam sejumlah tindakan, RS AR Bunda juga memanfaatkan teknologi robot navigasi untuk membantu proses operasi tulang belakang.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu dokter dalam menentukan posisi dan penempatan instrumen secara lebih terarah selama tindakan operasi.
Ketepatan menjadi salah satu faktor penting dalam operasi tulang belakang karena terdapat struktur saraf yang harus dilindungi. Risiko cedera pada sistem persarafan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam tindakan tersebut.

Penggunaan teknologi tersebut, menurut keterangan yang disampaikan, juga ditujukan untuk membantu meningkatkan ketepatan tindakan serta mengurangi risiko tertentu selama prosedur.Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Salah Satu Penyebab

Sementara itu, Toni, salah seorang staf RS AR Bunda yang bertugas sebagai penanggung jawab ruang ICU, membenarkan adanya pasien-pasien bedah saraf yang ditangani di rumah sakit tersebut.
“Benar, seperti yang disampaikan oleh dokter,” kata Toni.
Saat ditanya mengenai penyebab pasien harus menjalani tindakan bedah saraf, Toni menyebut kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab yang ditemui dalam penanganan pasien.
“Gara-gara kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Dengan pasien yang berasal dari berbagai daerah, layanan bedah saraf di RS AR Bunda Lubuk Linggau tidak hanya melayani masyarakat setempat. Pasien dari sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Selatan hingga wilayah luar provinsi juga mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut.

Salah satunya Afriandi, remaja asal Merangin, Jambi, yang kini memasuki tahap pemulihan setelah menjalani operasi bedah saraf.
(Yahya)


jasa pembuatan website