Kupas Kriminal//Merangin
Suasana haru mewarnai Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Nurul Athfal Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Pondok Pesantren Islam Terpadu Mutiara ‘Ilmu, Desa Simpang Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Minggu (20/9/2026).
Sebanyak 12 santriwan dan santriwati tingkat MTs resmi diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun.
Meski jumlah lulusan relatif sedikit, prosesi berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Para guru dan orang tua turut larut dalam suasana haru melepas para santri menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Haflah Akhirussanah tidak hanya diisi prosesi wisuda. Acara juga dirangkai dengan penampilan seni dan keagamaan, mulai dari pembacaan Al-Qur’an secara tartil hingga puisi perpisahan.
Pelaksana Tugas Pondok Pesantren Islam Terpadu Mutiara ‘Ilmu, Buya Muawiyah, berpesan agar para lulusan tidak meninggalkan ibadah dan terus menjaga hafalan Al-Qur’an melalui murajaah.
> “Jangan pernah menyia-nyiakan hafalan yang sudah didapat. Hafalan Al-Qur’an yang tertanam di dada kalian adalah harta terbaik sekaligus mahkota kemuliaan yang bisa kalian persembahkan untuk orang tua,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para santriwati agar tetap istiqamah menjaga aurat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah santri juga mendapat penghargaan. Naila Fauza meraih Best Tahfiz sekaligus juara satu umum, Arumi meraih juara satu Kitab Kuning, dan Taufikurrahman meraih prestasi pada cabang khotbah.
Sementara itu, Kepala KUA yang akrab disapa Bujang Sarsan menyampaikan pesan menyentuh kepada para lulusan.
> “Angka 12 mungkin terasa kecil, tetapi di hati Ibu dan Bapak Guru, kalian adalah 12 bintang yang menerangi perjalanan panjang Mutiara ‘Ilmu dengan Al-Qur’an, ilmu, dan akhlak mulia,” ungkapnya.
Haflah Akhirussanah menjadi penanda berakhirnya pendidikan 12 santri di tingkat MTs sekaligus awal perjalanan mereka menuju jenjang pendidikan selanjutnya.
(Oleng)








