Spud In Sumur K2020X-2 Resmi Dimulai Pertamina Partnership dan KSO GWN Perkuat Ketahanan Energi Nasional Dari Musi Banyuasin

oleh -22 Dilihat

Kupas Kriminal // Musi Banyuasin

Langkah strategis menuju penguatan ketahanan energi nasional kembali dimulai dari Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. PT Pertamina Partnership bersama KSO GWN secara resmi melaksanakan *Spud In (pengeboran perdana) Sumur K2020X-2* di Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Jirak Jaya, Sabtu (25/7/2026), yang ditandai dengan dibunyikannya sirene sebagai simbol dimulainya aktivitas pengeboran.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali pembukaan, *Safety Briefing* HSSE, sambutan dari unsur pemerintah, kepolisian, PT Pertamina Partnership, hingga General Manager KSO GWN sebelum prosesi peresmian dimulainya pengeboran. Acara juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan fakir miskin, doa bersama, serta penutupan.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Pertamina Partnership, jajaran KSO GWN, Camat Jirak Jaya,yang diwakili Arif Budiman, unsur Muspika, Kapolsek Sungai Keruh,diwakili Sazili, pemerintah desa, Kepala desa jembatan gantung dan berserta perangkat desa,tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pekerja dan mitra perusahaan.

Optimisme Menemukan Cadangan Energi Baru

General Manager KSO GWN Group, *Yudhi Setiawan*, menyampaikan bahwa pengeboran Sumur K2020X-2 merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami memohon ridho Allah SWT agar seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar, aman, dan menghasilkan yang terbaik. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga membangun sinergi bersama masyarakat serta memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, Musi Banyuasin merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi migas besar sehingga diharapkan mampu terus berkontribusi terhadap kebutuhan energi Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan industri migas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga dukungan pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Pertamina Ajak Masyarakat Tolak Illegal Drilling

Sementara itu, perwakilan PT Pertamina EP, *Sigit Julianto*, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan migas yang legal serta bersama-sama memerangi praktik *illegal drilling*.

Menurutnya, pengeboran ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, kebakaran, kerusakan lingkungan, hingga kerugian negara.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah desa, dan aparat penegak hukum agar segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas pengeboran ilegal. Mari kita jaga lingkungan dan dukung kegiatan migas yang resmi demi masa depan daerah dan negara,” tegasnya.

Ia juga menyosialisasikan ketentuan mengenai legalisasi sumur minyak masyarakat sesuai regulasi yang berlaku, sekaligus menegaskan bahwa pembukaan sumur baru tanpa izin tetap dilarang.

Wujud Kepedulian Sosial

Tidak hanya fokus pada sektor energi, rangkaian acara juga diisi dengan pemberian bantuan secara simbolis kepada anak yatim dan fakir miskin sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat Desa Jembatan Gantung. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar proses pengeboran berjalan aman, lancar, dan memberikan hasil terbaik bagi bangsa dan negara.

Dengan dimulainya *Spud In Sumur K2020X-2*, Pertamina Partnership bersama KSO GWN menunjukkan komitmen dalam meningkatkan produksi migas nasional melalui operasi yang mengedepankan *keselamatan kerja, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, serta sinergi dengan masyarakat*. Langkah ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung target swasembada energi dan memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.(Rendi.k)


jasa pembuatan website